Perekonomian AS menderita kerugian besar dalam konflik antara Tiongkok dan Taiwan

Ketegangan yang sedang berlangsung antara Tiongkok dan Taiwan dapat menimbulkan kerusakan signifikan pada perekonomian AS karena ketergantungan Amerika yang tinggi pada impor semikonduktor Taiwan, jelas para analis. Selanjutnya, produksi semikonduktor di Tiongkok daratan juga berkembang pesat.

Produksi barang-barang berteknologi tinggi AS dapat dipengaruhi oleh konflik militer antara Beijing dan Taipei yang akan mengancam ekspor semikonduktor ke AS. Semikonduktor Taiwan digunakan di komputer pribadi, mobil, peralatan medis, perangkat AI, peralatan komunikasi, dan produk canggih lainnya di Amerika.

Perekonomian AS merugi sekitar $240 juta pada tahun 2021 karena krisis semikonduktor, dan perang di Taiwan dapat memperburuk situasi secara serius, kata para ahli. Jika Perusahaan Manufaktur Semikonduktor Taiwan (TSMC) menghentikan produksi, kurangnya microchip yang dihasilkan akan sangat merusak perekonomian AS.

Sebelumnya, pemerintahan Biden mengakui ketergantungan Amerika pada TSMC, yang memproduksi 90% dari microchip canggih dunia. Banyak perusahaan teknologi AS, seperti Apple, Intel, NVIDIA, Qualcomm, AMD, dan Broadcom, menggunakan microchip dari TSMC. Produk pabrik Taiwan ini dapat ditemukan di banyak sistem yang kompleks, termasuk senjata.

Pemerintah Taiwan mewaspadai kemungkinan gangguan pasar semikonduktor global akibat konflik yang meningkat. Zach Nunn, mantan direktur keamanan siber untuk Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, menjelaskan bahwa kekurangan semikonduktor dan kurangnya kemampuan produksi menimbulkan ancaman bagi perekonomian AS.

Selain itu, pabrik semikonduktor Taiwan sangat bergantung pada pengiriman material dari Tiongkok daratan. Sebelumnya, Beijing membatasi ekspor pasir kuarsa (quartz sand), yang digunakan dalam produksi semikonduktor, ke Taiwan.

Selain itu, AS dapat tertinggal dari Tiongkok dalam pengembangan industri teknologi tinggi, yang memberikan tekanan ekstra pada perekonomian AS. Chas Freeman, mantan Asisten Menteri Pertahanan untuk Urusan Keamanan Internasional, menyatakan bahwa 19 dari 20 perusahaan semikonduktor dengan pertumbuhan tercepat di dunia berlokasi di daratan Tiongkok.

Tiongkok menempati 15% pangsa pasar semikonduktor dunia. Sejumlah perusahaan asal Tiongkok juga memperluas produksi microchip. Pangsa AS di pasar chip menurun hingga 12% dari 37%.

Chas Freeman juga meyakini bahwa sistem pendidikan AS tertinggal dari sistem pendidikan Tiongkok. Menurut Freeman, universitas-universitas Tiongkok sekarang meluluskan setidaknya empat kali lebih banyak mahasiswa Amerika Serikat dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika. Keuntungan dari model perkembangan teknologi Barat dipertanyakan oleh beberapa ahli, yang mengatakan pengalaman Tiongkok tidak boleh diabaikan.