NASA akan merencanakan misi Artemis

"Kali ini Anda akan membutuhkan astronot yang benar-benar keluar dan mulai hidup di bulan", ujar administrator NASA Bill Nelson. “Kami akan membangun penghuni di sana. Jadi, Anda akan butuh astronot jenis baru”.

Nelson percaya tim astronot yang baru yang akan segera berangkat ke bulan akan mengembangkan ilmu dan teknologi yang akan membantu manusia menjelajahi ruang angkasa di masa depan.

Misi baru NASA, termasuk mendarat di bulan, akan berlangsung lebih lama dari misi-misi sebelumnya. Manusia perlu mempelajari cara bertahan hidup di ruang angkasa, catat administrator NASA itu.

Bill Nelson berpendapat astronot yang bertugas dalam misi Artmis harus fokus pada pengembangan teknologi-teknologi baru. Ia menambahkan bahwa kru harus tetap di bulan untuk waktu yang lama dan bukannya mendarat lalu meninggalkannya dalam beberapa hari.

Menurut Nelson, hidup yang berkualitas tinggi di bulan sulit dicapai dalam waktu dekat. Itu akan terjadi di masa depan yang jauh. Namun, NASA mencoba untuk memenuhi kondisi-kondisi optimalnya sekarang. Ia yakin bahwa mengembangkan teknologi-teknologi baru dan keterampilan terkait akan membantu manusia bertahan hidup di planet lain.

Pelatihan kru baru untuk pendaratan di bulan dimulai selama tahun-tahun presiden Amerika sebelumnya. Roket Space Launch System NASA yang baru dibangun untuk misi Artemis. Roket itu dapat mengirimkan pesawat ruang angkasa Orion ke bulan dan membawa manusia dan barang dengan mengirimkan mereka ke satelit bumi.

Di bawah pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump, pendaratan astronot dijadwalkan pada tahun 2024. Namun, Nelson mengumumkan pada musim gugur 2021 bahwa proyek ini diundur ke 2025 karena pandemi COVID-25 dan gugatan hukum dari Blue Origin milik Jeff Bezos. Tuntutan hukum itu menghalangi kerja sama NASA dengan SpaceX Elon Musk. sebelumnya, lembaga ruang angkasa itu berencana menandatangani kontrak dengan SpaceX untuk membangun sebuah pesawat ruang angkasa.