Euro hantam posisi terendah selama 20 tahun

Dolar AS menguat terhadap emas baru-baru ini. Kemudian lanjut mencapai paritas dengan euro dan terus naik. Selain itu, analis memperkirakan pada musim semi 2022 dolar nilainya akan lebih mahal daripada euro pada 2023.

Saat ini, euro mencapai posisi terendah selama 20 tahun. Rupanya euro mungkin semakin anjlok dalam waktu dekat. Ekonomi UE menghadapi banyak masalah: inflasi yang meroket melampaui rekor sepanjang masa, kelangkaan energi, dan ketakutan akan resesi. Semua faktor ini secara negatif mempengaruhi euro. Khususnya karena euro tidak pernah setara atau berada di bawah paritas dengan dolar dalam dua dekade terakhir. Namun, situasinya telah berubah musim panas ini. "Prospek untuk euro sekarang sangat-sangat terkait dengan risiko pasokan energi," kata ahli strategi mata uang di Rabobank Jane Foley.

Menurut Bloomberg, euro saat ini diperdagangkan pada level yang sama pada tahun 2002. Selain itu, euro juga turun di bawah paritas dengan dolar pada pertengahan Juli 2022. Selain alasan lainnya, keadaan itu disebabkan oleh keputusan tertunda Bank Sentral Eropa untuk mengetatkan suku bunga. kebijakan moneternya di tengah inflasi yang tinggi. Pada akhir Juli, ECB menaikkan suku bunga acuan menjadi 0,5% tahun-ke-tahun dari nol.