Miliarder Elon Musk akhirnya memutuskan untuk menghentikan akuisisi Twitter-nya. Kasusnya sudah sampai ke pengadilan. Selain itu, Musk berusaha menemukan alasan yang masuk akal untuk mengakhiri kesepakatan dengan kerugian sekecil mungkin.
Pengajuan terbaru datang setelah Peiter Zatko, mantan kepala keamanan Twitter, menuduh manajemen perusahaan lalai dengan data pengguna.
Perwakilan hukum Musk berfokus pada tuduhan Zatko. Mereka yakin untuk mengakhiri kesepakatan. Mantan kepala keamanan Twitter melaporkan "kekurangan yang sangat parah" oleh perusahaan media sosial terkait dengan privasi, keamanan, dan moderasi konten. Dia menyatakan telah berulang kali memperingatkan manajemen perusahaan tentang masalah ini. Namun, eksekutif Twitter menahan informasi tentang pelanggaran keamanan siber dan memecat Zatko pada awal 2022.
Berdasarkan pernyataannya, tim hukum Musk membuat tuduhan bahwa Twitter telah melanggar ketentuan kesepakatan karena gagal mematuhi undang-undang privasi data dan perlindungan konsumen. Mereka juga menekankan bahwa jejaring sosial dapat rentan terhadap kegagalan pusat data dan serangan dunia maya. Selain itu, kuasa hukum Musk menunjuk pernyataan Zatko bahwa manajemen Twitter telah menolak untuk mengungkapkan jumlah spam atau akun palsu di jejaring sosial.