Barosso meminta G7 untuk memberikan sanksi yang lebih keras terhadap Russia

Jose Manuel Barroso, mantan Presiden Komisi Eropa, memutuskan untuk menekan Russia dengan sanksi terbesar dalam sejarah sebagai lawan bebuyutan negara-negara paska Uni Soviet ini.

Berbicara dalam pertemuan G7 di Brussels, Barroso menekankan perlunya memperketat sanksi terhadap Russia dan mengatakan bahwa para pemimpin Eropa mendukungnya mengenai hal ini. "Kami mendukung Ukraina. Kami ingin negara ini semangat, mandiri, demokratis dan semoga menjadi negara yang makmur. Kami tidak bisa menerima perilaku yang sejauh ini dilakukan oleh Russia," ia mengatakan pada CNBC.
Ini merupakan pertemuan pertama negara-negara ekonomi industri terkemuka dalam 17 tahun dimana tidak dihadiri oleh Presiden Russia. Poin pentingnya adalah untuk mengingat bahwa Inggris Raya, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang dan Amerika Serikat sepakat untuk menghapus Russia dari G8 karena “agresi" terhadap Ukraina. Barroso menyatakan bahwa sanksi yang sudah diberikan seharusnya "cukup efekif". Namun saat ini, langkah-langkah ini harus di[perketat untuk membuat dampak yang lebih kuat.
Russia menghadapi risiko resesi pada dua triwulan pertama 2014. Jadi, pertumbuhan PDB triwulan 1 turun sebesar 0.5% dari tiga bulan sebelumnya. Para ekonom memotong perkiraan 2014 dan memperkirakan kenaikan ekonomi akan berubah stagnan. Wakil Mentri Pengembangan Ekonomi Russia, Andrei Klepach, memperkirakan ekonomi akan menunjukan pertumbuhan 1% untuk tiga bulan hingga 30 April.