Para investor raup saham AS

Meskipun suasana suram dan malapetaka diprediksi menurunkan ekonomi AS, para trader tidak mengkhawatirkan rakiraan suram tersebut. Sebaliknya, para investor ritel menjadi pendorong di ekuitas AS.

Indeks S&P 500 diperdagangkan naik signifikan dibandingkan dengan indeks acuan di UE dan Asia. Setelah terjun ke titik terendah tahunan pada bulan Juni, harga berhasil melonjak sebesar 6,6%. STOXX Europe 600 hanya naik 2,9% dan Nikkei 225 naik 4,5%. DAX dan Shanghai Composite masing-masing jatuh 1,3%. Ekonomi AS tampak lebih tangguh dibandingkan dengan negara lain, ujar Christopher Smart, Kepala Strategi Global di Barings dan kepala Barings Investment Institute. Kini banyak perekonomian melambat. Namun, di AS, perlambatan terjadi jauh lebih lembat berkat menguatnya pasar tenaga kerja, tambahnya.

Para investor, yang sangat memantau situasi pasar, mulai aktif berinvestasi di saham dan reksa dana AS. Refinitiv Lipper melaporkan aliran dana yang stabil ke pasar ekuitas selama sebulan. Pada saat yang sama, mereka melepas dana ekuitas global secara besar-besaran selama 20 minggu berturut-turut, yang merupakan periode terpanjang sejak arus keluar modal 22 minggu yang berakhir pada Oktober 2019. Ini meningkatkan tekanan pada mata uang utama, termasuk yen, euro, dan pound sterling. Mata uang-mata uang tersebut tenggelam ke posisi terendah beberapa dekade.