Lawrence Summers: dolar masih punya ruang untuk naik

Dalam perang panjang antara euro dan dolar AS, mata uang yang kedua kemungkinan akan mempertahankan dominasinya dalam waktu dekat. Greenback telah menunjukkan kenaikan yang meyakinkan sejak lama. Meskipun muncul sejumlah masalah baik dalam ekonomi AS dan Eropa, greenback ternyata lebih tahan banting.

Mantan Menteri Keuangan AS Lawrence Summbers memprediksi masa depan yang cerah untuk mata uang AS. Ia menduga greenback akan mendominasi euro, menunjukkan kenaikan yang belum pernah terjadi sebelumnya. "Luar biasa bahwa orang-orang mengatakan belum lama ini bahwa masa jaya dolar sudah berlalu mengingat kekuatannya saat ini," ujar Summbers. Ia juga menekankan bahwa musim panas ini, dolar AS melebihi harga euro untuk pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir. Lawrence Summers menyoroti bahwa AS memiliki "keunggulan yang sangat besar" dengan tidak bergantung pada "energi asing yang luar biasa mahal." Sejak awal tahun ini, greenback tumbuh 11% terhadap mata uang nasional mitra-mitra dagang utama AS. Apresiasi tersebut terutama didorong oleh pengetatan kebijakan moneter Fed yang ditujukan untuk melawan inflasi. Selain itu, penolakan ECB sejak lama untuk menaikkan suku bunga juga berkonstribusi terhadap nilai dolar yang lebih mahal.