Para analis di Goldman Sachs membandingkan prospek ekonomi AS dan Uni Eropa. Ternyata, prospek ekonomi Eropa agak suram. "Jalan pertumbuhan AS mungkin tidak pasti, tetapi situasi ekonomi di Eropa sangat buruk," ujar mereka.
Preferensi Goldman untuk AS didasarkan pada fakta bahwa UE mengalami tahun yang sulit di tengah krisis energi. Mereka juga mengalami lonjakan inflasi dan pengetatan kebijakan moneter. "Terlepas drai kekhawatiran para investor, kami percaya pasar ekuitas AS menawarkan potensi return absolut dan risiko yang lebih besar daripada pasar Eropa yang dilanda resesi," tulis para analis dalam sebuah catatan.
Sebelumnya, Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, mengatakan negara tersebut bisa menghindari resesi. “Soft landing sudah dilakukan di masa lalu. Ini bukan kombinasi yang mustahil,” ujar Yellen. Namun, masih ada jalan untuk itu. "Harapan saya adalah kita akan mencapai soft landing, tetapi masyarakat Amerika paham pentingnya penurunan inflasi dan, dalam jangka panjang, kita tidak dapat memiliki pasar tenaga kerja yang kuat tanpa inflasi yang terkendali," ujarnya.