AS berjanji untuk mempertahankan ekspor LNG ke Eropa

Amerika Serikat berupaya untuk memenuhi kewajiban pengiriman gas alamnya ke sekutu Eropa. Pemerintahan Biden telah mengesampingkan larangan ekspor gas, meskipun stok minyak mentah AS turun dan terdapat ancaman potensi defisit di pasar domestik.

Cadangan domestik yang turun, rekor inflasi tinggi, dan permintaan Biden kepada penyulingan minyak bumi untuk memproduksi lebih banyak bensin dan solar di bawah ancaman larangan ekspor telah memicu spekulasi bahwa larangan ekspor gas alam dapat diajukan. Namun, pemerintahan Biden menyimpulkan bahwa AS harus terus melanjutkan pengiriman gas ke UE. Pada Maret 2022, Joe Biden berjanji akan mengirimkan tambahan 15 miliar meter kubik (bcm) dari gas alam cair (LNG) ke Eropa. Sejak saat itu, AS telah mengirimkan lebih dari 30 bcm dari komoditas ke UE.

"Gas alam AS akan jatuh, namun jika saya adalah UE, saya hampir akan menganggap larangan ini sebagai tindakan perang. Hal ini benar-benar akan memicu sikap anti-Amerika dan membuat negara-negara Eropa mempertanyakan kekuatan hubungan mereka dengan AS,” ucap Ed Hirs, seorang ekonom energi di University of Houston.