Amerika Serikat berencana akan membatasi akses China menuju teknologi semikonduktor AS, The New York Times melaporkan. Pembatasan baru ini akan berdampak pada teknologi utama China dan memiliki konsekuensi jangka panjang, para ahli mengatakan.
Pada 10 Oktober, diketahui bahwa pemerintahan Biden sedang mempertimbangkan langkah baru ini untuk melarang perusahaan China memperoleh akses ke semikonduktor. Hal ini bisa menghentikan pembangunan sektor ekonomi besar negara.
Penetapan regulasi baru terkait pengiriman semikonduktor ke China ini akan menjadi babak selanjutnya dari konfrontasi yang berlangsung lama antara dua negara terkuat utama. Konflik ini bisa mengakibatkan dampak buruk terhadap sektor teknologi, analis memperingatkan. Pembatasan yang diberlakukan oleh Departemen Perdagangan AS menargetkan proyek-proyek intelijen China sejak awal. Saat langkah baru ini ditetapkan, pabrik-pabrik negara ini akan mampu membeli chip dan alat pembuatan chip hanya jika mereka memiliki lisensi khusus.
Reuters melaporkan bahwa beberapa perusahaan China, termasuk Megvii Technology, Dahua Technology, dan iFLYTEK, akan kehilangan akses terhadap teknologi semikonduktor AS di tempat lain. Selain itu, Biro Industri dan Keamanan Departemen Perdagangan AS akan memberlakukan langkah-langkah kontrol ekspor tambahan pada komputasi canggih dan semikonduktor untuk 28 perusahaan China.
Bloomberg adalah yang pertama melaporkan tentang prospek tindakan hukuman baru terhadap China, dengan menargetkan teknologi chip memori teknologi tinggi, komputer kuantum, dan komponen sirkuit mikro utama.