ECB menyarankan agar bank-bank melakukan kewaspadaan ekstrem pada dividen dan menjaga bonus 2022 tetap terkendali karena kekhawatiran prospek ekonomi yang semakin gelap.
Bank-bank teratas kawasan euro baru-baru ini memperingatkan pemberi pinjaman individu mereka tentang kemungkinan pengekangan dalam pembayaran variabel dan dividen di tengah krisis energi yang dapat mengakibatkan gelombang default. Jika skenario ini menjadi kenyataan, ECB akan memerlukan uang untuk menstabilkan sektor perbankan. Selain itu, ada "keengganan tertentu di pihak bank untuk secata serius terlibat dalam diskusi pengawasan", kata Ketua Dewan Pengawas ECB, Andrea Anria. Eropa menghadapi "guncangan ekonomi makro yang persisten dan sepenuhnya matang." Inilah sebabnya mengapa pengawas harus sangat berhati-hati, tambah pejabat ECB itu. Mayoritas ekonom juga memperkirakan ekonomi zona euro akan sangat memburuk.
Pada akhir September, inflasi melonjak menjadi 10%, level tertinggi dalam catatan. Hanya setahun yang lalu, totalnya 3,4% secara tahunan. Para analis yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan bahwa ada 80% peluang bahwa area euro akan jatuh ke resesi dalam dua kuartal pertama tahun 2023.