Biden tidak memiliki rencana bertemu Pangeran Saudi di KTT G20

Menurut Jake Sullivan, Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat, Presiden Biden tidak berencana untuk bertemu dengan Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi. Sebelumnya, dilaporkan bahwa mereka dapat berpotensi bertemu di KTT G20 di Indonesia pada November 2022.

Pada 16 Oktober, pejabat itu mengonfirmasi bahwa pemimpin Amerika itu menolak untuk bertemu dengan Putra Mahkota di KTT G20. Para ahli mencatat pelanggaran dalam hubungan AS-Saudi melebar mengingat keputusan aliansi OPEC+ baru-baru ini untuk secara signifikan memangkas produksi minyak.

Bahkan, pemerintahan Biden mempertimbangkan untuk menghentikan penjualan senjata ke Riyadh. Jake Sullivan mengatakan Washington perlu memikirkan masalah ini. Pada saat uang sama, otoritas AS mengusulkan berbagai perubahan pada hubungan dengan Arab Saudi, termasuk membatasi kerja sama keamanan.

Pekan lalu, negara-negara OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, menyepakati pemotongan produksi minyak sebesar 2 juta barel per hari. Perjanjian tersebut akan mulai berlaku pada November 2022 dan akan berlangsung sepanjang tahun 2023. Keputusan itu dikecam oleh Amerika Serikat. Sebelumnya, pemerintahan Biden meminta kartel untuk meningkatkan produksi minyak.

Pada awal musim gugur, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengumumkan bahwa keputusan aliansi hanya memiliki dasar ekonomi. Oleh karena itu, produsen minyak memberikan persetujuan bulat mereka untuk pemotongan produksi baru. Selain itu, Kementerian Saudi menolak tuduhan membantu Rusia. Gedung Putih menuduh kerajaan mendukung Moskow, sementara negara-negara Barat telah berusaha memangkas ekspor energi Rusia.