Dana Moneter Internasional (IMF) mengestimasi bahwa Eropa akan menghadapi harga gas dan listrik rekor pada 2023. Pada waktu yang sama, para petinggi keuangan dari departemen itu menekankan bahwa negara-negara UE akan mampu melalui musim dingin 2022-2023 berkat simpanan energi yang cukup.
Menurut analis IMF, tahun depan kemungkinan akan menjadi sangat menantang bagi Eropa. Lembaga tersebut memperingatkan harga gas alam dan listrik yang meroket dapat menyebabkan luka ekonomi yang parah di kawasan itu.
Eropa berencana untuk mengisi cadangan gas strategis pada musim semi 2023, tapi para ahli tidak yakin dengan hasilnya. Terhentinya persediaan gas dari Rusia dapat memicu lonjakan harga energi. Hasilnya menurut mereka, pada 2023 pasar akan kembali ke harga gas alam dan listrik dengan rekor tertinggi.
Pada pertengahan September 2022, ekspor gas Rusia ke Eropa turun 80% pada 2021, menurut catatan IMF. Pada waktu yang sama, Rusia menghentikan pasokan ke Bulgaria, Denmark, Finlandia, Jerman, Lithuania, Belanda dan Polandia. Terhadap latar belakang ini, para analis yakin bahwa biaya hidup untuk rumah tangga di seluruh benua itu diperkirakan tumbuh 7% tahun ini dan 9% pada 2023.