Peraih Nobel mengatakan tingginya harga bensin dapat menghancurkan demokrasi Amerika

Ternyata harga bensin di Amerika Serikat dapat menentukan takdir demokrasi Amerika. Menyusul pengenalan sanksi terhadap Rusia, banyak negara maju menyaksikan lonjakan dalam harga energi. Harga bensin baru-baru ini mengalami kenaikan di Amerika Serikat. Para ahli mengisyaratkan ini dapat menyebabkan prospek Demokrat memburuk menjelang pemilu paruh waktu.

Peraih Nobel Paul Krugman mengevaluasi dampak dari kenaikan terbaru harga bensin pada demokrasi Amerika dalam artikel untuk The New York Times. Ia menganalisis korelasi antara harga-harga yang lebih tinggi dan peluang Demokrat memenangkan pemilihan paruh waktu. "Pada awal tahun ini, ketika harga gas mencapai rata-rata $5 per gallon, semuanya tampak mengarah pada kehancuran Republik," tulis Krugman. Namun, dengan harga gas turun pada pertengahan September, "pemilihan tampak jauh lebih kompetitif."

Krugman membuat tiga poin penting mengenai harga bensin. "Pertama, penentu harga yang paling penting di pom bensin adalah harga minyak mentah dunia. Kedua, fluktuasi yang lebih kecil biasanya didorong oleh isu-isu teknis di kilang minyak dan tidak memiliki kaitan apapun dengan politik. Terakhir, harga bensin tidaklah mahal dibandingkan dengan harganya belum lama ini," Krugman menunjukkan.