IMF kembali memberikan pandangan suram bagi ekonomi global. Terlepas dari beberapa pertanda positif, mereka harus memperhitungkan risiko yang ada di depan mata. Oleh karena itu, IMF kembali memangkas perkiraan akibat "perlambatan yang berbasis luas dan lebih tajam dari perkiraan, diikuti inflasi lebih tinggi dari yang terlihat dalam beberapa dekade terakhir."
Analis di IMF menunjukkan bahwa prospeknya memang semakin suram setiap hari. Skenario sebelumnya dipertimbangkan oleh para ekonom sekarang tampaknya tidak realistis karena melonjaknya inflasi dan krisis yang sedang berlangsung di Ukraina. "Krisis biaya hidup, pengetatan kondisi keuangan di sebagian besar wilayah, invasi Rusia ke Ukraina, dan pandemi COVID-19 yang berkepanjangan semuanya sangat membebani prospek," kata Tryggvi Gudmundsson, seorang ekonom di Departemen Riset IMF.
IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan global 2023 menjadi 2,7% atau turun dari perkiraan Juli sebesar 2,9% dan perkiraan Januari sebesar 3,8%, dGudmundsson menekankan.
Pada bulan Oktober, IMF memperkirakan bahwa sekitar sepertiga ekonomi global akan mengalami penyusutan setidaknya selama dua kuartal berturut-turut. Dunia juga akan dihadapkan kehilangan $4 triliun pada output ekonomi antara sekarang hingga 2026.
"Namun, pengetatan fiskal dan moneter lanjutan kemungkinan diperlukan di banyak negara untuk menurunkan inflasi dan mengatasi kerentanan utang-dan kami mengharapkan pengetatan lebih lanjut di banyak ekonomi G20 di bulan-bulan mendatang," sang ekonom IMF menyimpulkan.