Jepang khawatir harga minyak kembali naik

Belum lama ini Jepang menyuarakan kekhawatiran atas kemungkinan lonjakan tinggi harga minyak. Jika skenario ini menjadi kenyataan, harga cenderung tetap tinggi dalam jangka panjang.

Sekretaris kabinet baru Jepang, Hirokazu Matsuno, yakin harga minyak bisa mencapai puncaknya selama beberapa saat. Ia menyatakan keprihatinannya menyusul keputusan OPEC+ untuk mempertahankan produksi minyak. Langkah ini dapat menyebabkan penurunan signifikan pasokan minyak.

Pada pertemuan terakhir, kelompok ini sepakat mempertahankan produksi minyak pada level saat ini. Oleh karena itu, kartel akan terus memangkas produksi minyak sebesar 2 juta barel per hari.

OPEC+ menjelaskan bahwa keputusan tersebut didorong oleh "ketidakpastian yang melingkupi prospek ekonomi dan pasar minyak global." Mereka juga menyebutkan kemungkinan berlanjutnya penurunan permintaan minyak. Pada akhir Oktober 2022, Haysam al-Gais, Sekretaris Jenderal kelompok tersebut, mengatakan bahwa pada kuartal keempat 2022 dan awal 2023, mungkin pasokan di pasar minyak mencapai surplus. Oleh karena itu, pemangkasan produksi diperlukan untuk mencegah skenario tersebut.

"Pemerintah mengawasi harga minyak," ujar Hirokazu Matsuno. Pemerintah Jepang juga mempertimbangkan dampak peristiwa global terhadap perekonomian domestik. Jepang menganggap pentingnya membangun hubungan yang "konstruktif dan stabil" dengan negara-negara penghasil minyak seperti Arab Saudi, UEA, serta Rusia. Pihak berwenang Jepang berusaha memastikan stabilitas di pasar minyak global melalui peningkatan produksi dan investasi di fasilitas industri, tegas Matsuno.