Presiden China Xi Jinping mengusulkan agar negara-negara Teluk menerima pembayaran untuk minyak mentah dalam yuan, Reuters melaporkan. Menurut pemimpin China itu, langkah ini bisa membantu melemahkan dominasi Amerika Serikat di pasar minyak global.
Otoritas Arab Saudi mengatakan Beijing melobi untuk penggunaan yuan, dan bukan dolar AS, dalam perdagangan minyak. Mereka berpendapat bahwa menjual minyak dalam jumlah kecil dalam yuan bisa masuk akal, tetapi meragukan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk transisi penuh ke penyelesaian dalam yuan.
Analis mengatakan bahwa langkah tersebut akan melemahkan cengkeraman Amerika Serikat di pasar hidrokarbon global dan membantu menetapkan yuan sebagai mata uang internasional. Saat ini, sebagian besar aset dan cadangan Riyadh dalam dolar.
China akan "memanfaatkan sepenuhnya Pertukaran Minyak dan Gas Nasional Shanghai sebagai platform untuk melakukan penyelesaian perdagangan minyak dan gas dengan yuan," kata Presiden Xi.
Beijing juga mendapat keuntungan dari pembelian minyak mentah Rusia. Antara April dan Juni 2022, China membeli minyak dari Rusia dengan diskon $108 per ton.