Pendapatan Apple merosot akibat wabah virus corona di China

Financial Times melaporkan pendapatan Apple turun tajam pada kuartal keempat tahun 2022 akibat pesatnya penyebaran wabah COVID-19 di China.
Laba bersih perusahaan turun 8%, menjadi penurunan terbesar dalam 3 tahun. FT memperkirakan pendapatan Apple kemungkinan tidak akan meningkat dalam waktu dekat.
Menurut Visible Alpha, 90% smartphone Apple iPhone dirakit di China, dan seperlima pendapatan Apple berasal dari penjualan di pasar China. Namun, wabah COVID-19 terbaru mengganggu produksi akibat terpengaruhnya fasilitas manufaktur Apple, yang mengakibatkan estimasi kekurangan antara 5 juta hingga 15 juta iPhone.
Selain itu, penjualan Apple terkena dampak negatif dari masalah rantai pasokan. "Dua hingga enam bulan ke depan benar-benar akan menjadi momen yang menentukan bagi rantai pasokan Apple," ujar Alan Day, ketua perusahaan konsultan rantai pasokan State of Flux yang berbasis di London. Namun, perusahaan tersebut diperkirakan akan melanjutkan operasi normalnya setelah situasi epidemiologis di China stabil.
Wabah besar-besaran menyebabkan ratusan juta infeksi baru, Bloomberg melaporkan, yang meningkatkan kekhawatiran bahwa ekonomi China akan melambat. Sejauh ini, kekhawatiran tersebut belum menjadi kenyataan.