Selama keberadaannya, platform media sosial Twitter harus berurusan dengan banyak tuntutan hukum. Menariknya, orang terkaya di dunia, Elon Musk, menyelesaikan kesepakatan pengambilalihan Twitter di pengadilan. Perubahan terbaru dalam saga ini adalah bahwa pemilik kantor pusat Twitter mengajukan gugatan terhadap perusahaan Elon Musk.
Perusahaan real estat menggugat Twitter atas sewa yang belum dibayar sebesar $136K. Platform media sosial ini belum membayar sewa sejak bulan Desember. Bangunan di mana Twitter menempati beberapa lantai berada di San Francisco. Perusahaan real estate, Columbia Reit-650 California LLC, mengatakan bahwa mereka memperingatkan Twitter pada pertengahan Desember untuk membayar sewa dalam waktu 5 hari kerja. Khususnya, ini bukan kasus pertama di mana perusahaan media sosial itu gagal membayar tagihannya. Sebelumnya, Twitter telah digugat oleh pemasok perangkat lunak dna perusahaan logistik atas tagihan yang telah jatuh tempo. Pemilik baru platform itu, Elon Musk, telah dituduh melakukan kejahatan. Pada bulan Oktober, investor Twitter, Giuseppe Pampena, mengajukan tindakan hukum terhadap Elon Musk atas manipulasi harga saham Twitter.
Elon Musk membuat perjanjian pembelian dengan Twitter pada tanggal 25 April 2022. Perjanjian senilai $44 miliar tersebut harus diselesaikan pada akhir tahun. Akan tetapi, pengusaha itu mengumumkan bahwa ia menarik diri dari kesepakatan. Akhirnya, pengambilalihan tersebut dilakukan pada akhir Oktober.