SNB catat kerugian terbesar dalam sejarahnya

Sistem keuangan Barat semakin kacau. Bahkan Swiss, yang selalu terkenal dengan bank-bank nya yang andal, tidak dapat memiliki hasil yang membanggakan.

Mengutip angka awal, Bank Nasional Swiss membukukan kerugian tahunan sebesar 132 miliar Swiss francs ($143 miliar) pada tahun 2022, yang terbesar dalam 116 tahun sejarahnya. Menurut perkiraan, kerugian yang dialami regulator adalah 131 miliar francs ($141,5 miliar) dari posisi mata uang asing dan 1 miliar francs ($1,08 miliar) dari mata uang nasional. Satu-satunya aset yang menguntungkan adalah kepemilikan emas, yang memperoleh nilai 400 juta franc ($432 juta).

Kinerja keuangan negatif dapat dikaitkan dengan kenaikan tajam dalam franc Swiss tahun lalu. Pada tahun 2022 yang bergejolak yang ditandai dengan meningkatnya volatilitas Eropa, investor dari seluruh dunia memilih untuk berinvestasi dalam ekonomi yang jauh lebih stabil. Sementara inflasi di kawasan euro rata-rata 10%, inflasi di Swiss adalah 3%. Pada saat yang sama, "kerugian besar SNB tidak akan mengubah kebijakan moneternya sama sekali," ungkap Karsten Junius, kepala ekonom di J.Safra Sarasin. "Reputasi SNB yang tinggi membantu bahwa mereka tidak perlu mengubah apa pun," tambahnya.