Pemerintah AS berusaha untuk menyelesaikan masalah jangka panjang dan menyakitkan dari melonjaknya utang publik. Baru-baru ini, Partai Republik AS di Kongres telah mengusulkan untuk mengikat utang dengan PDB daerah tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, utang pemerintah telah menjadi lebih tinggi, menimbulkan risiko yang cukup besar bagi perekonomian AS. Dengan demikian, Kongres AS terpaksa untuk menaikkan plafon utang. "Undang-undang menetapkan plafon utang dalam bentuk angka dalam dolar, yang tidak masuk akal. Secara praktis, kami berpikir bahwa ini harus menjadi rasio utang terhadap PDB," ucap Brian Fitzpatrick dari Partai Republik, anggota Dewan Perwakilan Kongres AS. Politisi itu mencatat bahwa utang publik AS adalah 40% dari PDB negara itu pada tahun 2008 sementara utang itu melonjak menjadi 125% pada tahun 2023. "Ketika Anda melihat seorang anak dengan masalah pengeluaran, Anda membayar tagihan mereka dan menyimpan kartu kredit mereka," tambah Fitzpatrick. Secara khusus, ULN AS meningkat sebesar $6,4 miliar setiap harinya. Oleh karena itu, Departemen Keuangan AS harus mengambil tindakan darurat untuk mencegah default di negara tersebut. Sementara itu, plafon utang nasional sebesar 31,4 triliun dolar AS telah tercapai.