Produsen kendaraan listrik Tesla masih memegang sekitar 9.720 BTC, menurut laporan pendapatan mereka di Q4 2022. Akibat adanya penurunan tajam pada harga bitcoin di akhir tahun lalu, Yesla kehilangan $34 juta, dilaporkan oleh Cointelegraph. Tesla tidak membeli atau menjual bitcoin sama sekali selama dua kuartal berturut-turut karena perusahaan sedang mengevaluasi akibat dari gejolak pasar stelah kejatuhan FTX pada Desember 2022. Nilai aset digitalnya pada akhir Desember dan awal Januari bertahan di angka $184 juta, turun dari $218 juta yang tercatat di kuartal ketiga. Karena harga BTC mengalami penurunan cepat antara September dan Desember 2022, Tesla harus tertimpa kerugian sebesar $34 juta. Terutama, pembuat mobil listrik ini tidak melakukan perubahan pada kepemilikan bitcoinnya sepanjang kuartal ketiga. Namun, mereka menjual 75% aset digitalnya di Q2 dan menambahkan $936 juta ke saldonya. CEO Tesla Elon Musk menjelaskan bahwa pada saat itu, menjual bitcoin merupakan sebuah bukti likuiditasnya. Musk masih melihat BTC sebagai alternatif untuk menyimpan uang tunai di neraca Tesla.