Tiongkok mendesak sejumlah negara agar berhenti menggunakan ekonomi global sebagai senjata politik

Untuk beberapa alasan aneh, Tiongkok terus berpura-pura bahwa politik dan ekonomi adalah dua hal yang sangat berbeda, yang jarang bertentangan satu sama lain. Namun, dalam ekonomi modern, filosofi "uang adalah segalanya" tidak berlaku lagi. Terkadang, sejumlah negara siap mengorbankan keuntungan ekonominya demi keuntungan politik. Beijing telah mengalami tekanan dari berbagai sanksi ekonomi karena alasan politik. Beberapa di antaranya ternyata cukup efisien. Ini adalah alasan utama mengapa otoritas Tiongkok meminta negara lain untuk tidak mencampuradukkan ekonomi dan politik.

Pemerintah Tiongkok sekali lagi mendesak sejumlah negara untuk menghentikan praktik keliru menggunakan ekonomi global sebagai senjata politik. Pernyataan resmi tersebut dipublikasikan di situs web Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok.

Penting untuk memastikan stabilitas produksi dan rantai pasokan. Oleh karena itu, semua negara harus melindungi sistem ekonomi global yang ada dengan baik, tegas para pejabat.