Penduduk Florida Diduga Menjual Saham Yang Tidak Ada di Facebook

Para penduduk Florida, AS, John A. Mattera dan rekan-rekannya diduga melakukan penipuan pada investor dimana mereka menawarkan saham pre-IPO dari perusahaan-perusahaan terkemuka, termasuk Facebook dan Groupon. Para tersangka memperoleh $11 juta dalam dua tahun, berdasarkan informasi The New York Times.
J.A Mattera, yang merupakan presiden dana investasi "Praetorian Global Fund", telah ditangkap pada hari Kamis, 17 November. Pemimpin pendanaan tersebut memastikan bahwa setelah IPO perusahaan-perusahaan terkemuka, khususnya, Facebook dan Groupon, ia menjadi satu dari pemilik saham-saham tersebut.
Para investor tersebut yang menyetujui untuk membeli saham yang tidak ada sudah mentransfer uang ke rekening escrow (escrow yaitu kesepakatan antara pihak-pihak dimana pihak ketiga menerima dan mengelola uang tersebut, yang dikembalikan hanya dalam kondisi tertentu).
Berdasarkan komentar Forbes, Matterra memastikan para investor untuk mempertahankan uang berada dalam rekening "First American Service Transmittal", yang berada dalam peralihan yang dipimpin oleh bawahannya, bernama John R. Arnold. Selanjutnya, uang tersebut ditransfer ke rekening pribadi yang diasumsikan pelaku rencana kriminal. Para sumber tersebut menginformasikan bahwa tersangka memperoleh $12,6 juta.
Media massa juga menyebutkan bahwa Arnold dan Mattera pernah sekali menyita perhatian komunitas penegakan hukum dan SEC AS, meskipun masih mampu menjadi direktur organisasi keuangan tersebut.
Pada bulan November, IPO Groupon tercapai.
IPO Facebook sedang dalam proses persiapan, karena pemilik jejaring sosial Mark Zuckerberg melaporkan musim gugur ini, kemunculannya pada pasar saham ditunda dan direncanakan pada pertengahan tahun kedua di tahun 2012.