Jack Ma kembali ke Tiongkok setelah lama menghilang

Miliarder Tiongkok, Jack Ma, telah kembali ke Tiongkok setelah setahun mengasingkan diri dengan melakukan perjalanan ke luar negeri. Kabarnya, kembalinya Ma diprakarsai oleh otoritas Tiongkok yang berusaha memperbaiki reputasinya di mata para pengusaha lokal. Rupanya, pemerintah Tiongkok terus berusaha untuk meningkatkan kepercayaan di sektor swasta setelah peraturan keras di industri teknologi. Mari kita ingat kembali bagaimana awalnya. Pada tahun 2020, pendiri Alibaba, Jack Ma, secara terbuka mengkritik regulator Tiongkok dan sistem keuangannya. Ma menuduh sejumlah bank milik negara Tiongkok berperilaku seperti "pegadaian" dan menciptakan hambatan untuk inovasi teknologi. Ma berargumen bahwa perekonomian negara membutuhkan pemain baru yang berani, yang dapat memberikan kredit kepada masyarakat miskin agunan. Sejak saat itu, hidup Jack Ma menjadi lebih sulit karena mengkritik pihak berwenang merupakan hal yang dihindari di Tiongkok. Tak lama kemudian, regulator mengerem bisnis Jack Ma sebagai bagian dari tindakan keras besar-besaran mereka di seluruh sektor teknologi. Pada akhir 2022, pengusaha tersebut menghilang dari kehidupan publik dan dikabarkan pindah ke Jepang. Ia tidak menonjolkan diri, dengan sejumlah laporan penampakannya di banyak negara selama setahun terakhir. Namun, pengasingannya tidak berlangsung lama. Pada akhir Maret, berbagai agensi media lokal mulai mengabarkan bahwa Jack Ma telah kembali ke Tiongkok. Ia mengunjungi Yungu School di Hangzhou yang didirikan olehnya dan rekan-rekannya. Ma membahas teknologi seperti ChatGPT dan masa depan kecerdasan buatan. Di tengah pemberitaan tersebut, saham Alibaba Group melonjak sebesar 5,5%. Menurut Bloomberg, pihak berwenang Tiongkok “melakukan upaya untuk membujuk Ma agar kembali dan membantu menunjukkan dukungan pemerintah untuk komunitas bisnis.”