Perjalanan India masih panjang sebelum bisa menggantikan Tiongkok sebagai penggerak pertumbuhan global

India kemungkinan besar tidak akan menjadi penggerak pertumbuhan utama perekonomian global dalam waktu dekat, HSBC Holdings memperkirakan.

Menurut Frederic Neumann dan Justin Feng, pakar di HSBC Holdings Plc., India tidak akan mampu menggantikan Tiongkok sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi dunia dalam waktu dekat. Selain itu, mereka memperkirakan kesenjangan antara kedua perekonomian akan membesar di tahun-tahun mendatang.

Dana Moneter Internasional memperkirakan bahwa perbedaan tingkat pertumbuhan PDB di Tiongkok dan India akan meningkat hingga $17,5 triliun pada tahun 2028. Angka tersebut sama dengan ukuran perekonomian zona euro saat ini. Tahun lalu, kesenjangan antar dua perekonomian tersebut mencapai $15 triliun.

Meskipun demikian, banyak analis meyakini bahwa India akan menjadi pemain utama dalam perdagangan global. Negara ini berpeluang mengungguli Tiongkok dalam hal ekspor jasa. Ahli strategi mata uang di Barclays Plc. optimis terhadap masa depan perekonomian India. Mereka percaya bahwa ekspansi yang stabil sebesar 8% per tahun akan memungkinkan negara tersebut melampaui Tiongkok sebagai penggerak pertumbuhan global dalam lima tahun ke depan.

Menurut perkiraan IMF, perekonomian India akan naik 6,3% pada tahun 2023 dan 2024. Pertumbuhan di Tiongkok diperkirakan mencapai 5% dan 4,2%. Sebelumnya, pada bulan Juli tahun ini, dana tersebut mengukuhkan status India sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia.