Menurut studi yang dilakukan oleh Union Investment, hampir seperempat dari perusahaan Jerman bergantung pada Tiongkok. Para analis sedang memikirkan sejumlah cara bagi negara dengan ekonomi terbesar di Eropa tersebut untuk menghilangkan ketergantungan ini. Para analis Union Investment berpendapat bahwa Jerman lebih bergantung pada Tiongkok dibandingkan negara lain. Mereka menekankan bahwa "tidak ada negara lain, bahkan tetangga langsung Tiongkok seperti Jepang dan Korea Selatan, yang memiliki begitu banyak perusahaan besar dengan eksposur tinggi terhadap Tiongkok." Sementara itu, ketergantungan berlebihan perusahaan-perusahaan Jerman terhadap permintaan dari negara Asia menjadi kekhawatiran bagi para analis dan pelaku pasar. Dalam studi mereka, Union Investment menganalisis hampir 2.000 perusahaan di seluruh dunia. Mereka menyimpulkan bahwa bisnis Jerman saat ini “sangat rentan” terhadap Tiongkok. Studi tersebut menemukan bahwa hampir 25% dari seluruh perusahaan di Jerman berada di bawah pengaruh ekonomi Tiongkok. Perwakilan Bundesbank sebelumnya telah memperingatkan tentang ketergantungan berlebihan negara dengan perekonomian terbesar di Eropa ini terhadap Tiongkok. Regulator tersebut menyerukan penilaian ulang terhadap pengaruh Tiongkok yang semakin besar di Jerman di tengah meningkatnya risiko geopolitik. Pada saat yang sama, hal ini membuat perusahaan-perusahaan Jerman enggan berinvestasi dalam jumlah besar dalam perekonomian Tiongkok.