Saat ini, serangan hacker sudah bukan suatu hal mengejutkan. Di awal evolusi teknologi tinggi, seiap kejahatan hacker muncul sebagai breaking news. Namun, para pengguna PC modern tidak menganggap serangan dunia maya sebagai sesuatu yang mencengangkan. Meskipun demikian, beberapa penggila komputer tidak hanya meretas email pribadi atau akun di jejaring sosial, namun mereka berani untuk menantang salah satu dari "kotak uang" yang paling berlimpah di dunia: European Central Bank. Setelah meretas situs resmi , penyerang memperoleh akses pada database kontak yang besar. Para hacker menginginkan uang untuk data yang dicuri, yang termasuk informasi kontak bagi orang-orang yang telah mendaftar konferensi dan kunjungan di ECB. Investigasi dilakukan oleh kepolisian Jerman dengan segera. Penggeledahan baru diketahui setelah perampok mengirim email kepada bank untuk meminta kompensasi keuangan untuk data. Juru bicara ECB menyatakan bahwa sebagian besar dari data yang dicuri terenkripsi, namun bagian dari database tersebut termasuk alamat email, beberapa alamat jalan, dan nomor telepon disimpan dalam plaintext. ECB menyoroti bahwa tidak ada data pasar yang sensitif atau sistem perbankan internal yang membahayakan.