Perekonomian Inggris mengalami penurunan tak terduga

Perekonomian Inggris, yang biasanya menjadi teladan stabilitas, mengalami perubahan tak terduga. Menurut Reuters, PDB Inggris mengalami kontraksi tak terduga sebesar 0,3% pada bulan Oktober, mengejutkan para pakar dan otoritas moneter. Penurunan ini terjadi karena kemunduran finansial yang terjadi sebelum Natal dan Tahun Baru. Pertanyaan yang mendesak saat ini adalah apakah perekonomian Inggris dapat segera pulih dari kemerosotan ini. Pada bulan September, perekonomian stabil, sehingga perkiraan perekonomian secara umum optimis. Namun, data terbaru telah mengubah narasinya, menandai penurunan PDB pertama sejak Juli 2023. Dengan latar belakang ini, beberapa analis, termasuk Paul Dales, Kepala Ekonom Inggris di Capital Economics, percaya bahwa resesi masih membayangi perekonomian negara tersebut. Menariknya, perekonomian Inggris telah berhasil menghindari pelemahan selama tiga bulan berturut-turut sebelumnya. Menanggapi skenario saat ini, terdapat ekspektasi yang tinggi terhadap BOE untuk mempertahankan suku bunga pada level saat ini, yaitu 5,25%. Prediksi ini menjadi kenyataan karena regulator tidak mengubah suku bunga acuan, sejalan dengan sikap ketat anti-inflasinya. Reuters mencatat penurunan 0,2% di sektor jasa Inggris pada bulan Oktober, dengan produksi industri dan konstruksi juga mengalami penurunan. Namun, secara tahunan, produksi industri negara tersebut naik 0,4%. Sebelumnya, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan prospek perekonomian Inggris pada tahun 2023 akan suram, menunjukkan kinerja terburuk di antara negara-negara maju. Bahkan, pada bulan Februari tahun ini, IMF memperkirakan penurunan perekonomian Inggris lebih dari 0,5%.