Menurut Financial Times, mengutip sumber terpercaya, Gedung Putih dapat memutuskan bank-bank Amerika dan Eropa dari sistem keuangan AS jika gagal mematuhi sanksi terhadap Rusia. Perkembangan dramatis ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai masa depan lembaga keuangan tersebut. Di bawah tekanan untuk menemukan celah, bank menghadapi tantangan tambahan yang diberlakukan oleh pemerintah AS. Jumat ini, 29 Desember, Presiden AS Joe Biden diperkirakan akan menandatangani perintah eksekutif yang akan memasukkan lembaga keuangan asing yang mendukung kompleks militer Rusia ke dalam daftar hitam AS. Amandemen akan dilakukan terhadap dokumen yang mendukung inisiatif ini, sehingga memungkinkan otoritas AS untuk menerapkan sanksi sekunder. Para analis meyakini bahwa langkah-langkah ini akan memaksa lembaga keuangan untuk lebih berhati-hati dalam operasional dan transaksi. Menurut Janet Yellen, Menteri Keuangan AS, “lembaga keuangan perlu menunjukkan ketekunan. Bank harus membuktikan bahwa mereka tidak secara sadar atau tidak sadar telah membantu Rusia dalam menghindari sanksi.” Daftar barang yang dibatasi termasuk semikonduktor, peralatan mesin, prekursor kimia, bantalan bola, dan sistem optik, yang sekarang dilarang untuk bertransaksi. Langkah pemerintah AS ini menandai peningkatan signifikan dalam pembatasan keuangan dan dapat memiliki implikasi yang luas untuk operasi perbankan global.