Arab Saudi memotong faktur minyak di tengah lemahnya permintaan

Arab Saudi, pemimpin de facto OPEC dan sekutunya, mengejutkan para trader minyak dengan pemotongan harga yang besar. Saudi Aramco milik negara memangkas harga campuran Arab Light dalam faktur untuk pengiriman bulan Februari. Eksportir minyak terbesar di dunia ini menunjukkan sikap kemurahan hati terhadap semua pembelinya.

Para pakar menyatakan bahwa Arab Saudi harus mengambil keputusan ini karena alasan yang jelas: penurunan permintaan energi global. Namun demikian, eksportir minyak terbesar di dunia ini kemungkinan akan kembali menaikkan tingkat produksi minyaknya dan menyesuaikan fakturnya di masa depan. Pada awal Januari, Arab Saudi menjual minyak mentah yang dikirim ke pasar utama Asia dengan harga $1,5-2 per barel lebih tinggi dibandingkan saat ini. Selain itu, Saudi Aramco memangkas harga minyak bumi untuk pengiriman pada bulan Februari bagi pelanggan di Eropa Barat Laut, negara-negara Balkan, dan Amerika Utara.

Para pakar komoditas memperingatkan bahwa harga minyak bisa turun drastis dalam beberapa bulan mendatang karena memburuknya perselisihan di antara jajaran kartel dan sekutunya. Saat ini, negara-negara eksportir minyak utama, termasuk Arab Saudi, mengambil langkah-langkah mendesak untuk mengurangi ketergantungan perekonomian mereka pada pendapatan komoditas.