Uni Eropa terlilit utang besar

Menurut European External Action Service, utang Uni Eropa kepada beberapa negara pemberi bantuan militer ke Ukraina telah mencapai €7,16 miliar.

Mengutip informasi dari sumber-sumber diplomatik, gagal bayar atas pinjaman ini akan mengganggu akses rutin Ukraina terhadap bantuan keuangan. Saat ini, dana ditransfer melalui dana bantuan militer yang baru dibentuk untuk tujuan tersebut.

Dana baru ini mengacu pembayaran utang kepada negara-negara anggota UE dengan persyaratan yang ketat. Oleh karena itu, untuk menilai situasi saat ini, pemerintah akan memperhitungkan semua senjata yang dipasok ke Ukraina, bukan jumlah uang yang dikeluarkan suatu negara untuk menambah persenjataan militernya.

Sebelumnya, Wall Street Journal melaporkan bahwa dana baru yang dibuat oleh European External Action Service akan memungkinkan anggota UE untuk mengesampingkan hak veto Hongaria atas bantuan blok tersebut ke Kyiv. Struktur dana baru ini dilaporkan akan bisa menghindari akal-akalan yang digunakan oleh Budapest sebagai leverage.

Dari waktu ke waktu, Hongaria memblokir bantuan bernilai miliaran dolar untuk Ukraina. Dana ini dialokasikan dari anggaran umum negara-negara anggota blok euro. Sebelumnya, Hongaria menyatakan ketidaksetujuannya atas alokasi €20 miliar. Budapest menyatakan bahwa tidak ada gunanya mendukung Ukraina secara finansial sampai negara tersebut melaporkan pengeluaran sebelumnya.

Pada Desember 2023, Viktor Orban, Perdana Menteri Hongaria, memblokir bantuan UE sebesar 50 miliar euro untuk Ukraina. “Jika kita ingin membantu Ukraina, yang menurut saya perlu kita lakukan, kita harus melakukannya dengan cara yang tidak merugikan anggaran UE,” jelas Orban.