Tindakan penipuan di pasar saham, terutama yang melibatkan perusahaan IT, cenderung menjadi bumerang dan menimbulkan masalah yang akut. Temenos, sebuah perusahaan asal Swiss yang mengembangkan perangkat lunak untuk bank, mengalami penurunan saham sebesar 33,88% menjadi 58,5 franc Swiss di SIX Swiss Exchange. Akibatnya, saham Temenos Group anjlok 29% menjadi 62,78 franc Swiss. Saat ini, banyak investor yang menjual saham Temenos setelah Hindenburg Research, sebuah perusahaan Amerika yang mempelajari investasi, menerbitkan laporan tentang perusahaan Swiss tersebut. Dokumen tersebut menyatakan bahwa Temenos Group telah memanipulasi laporan pendapatannya, mengungkap penyimpangan akuntansi yang besar. Setelah laporan itu dirilis, Temenos kehilangan nilai $2,4 miliar. Bloomberg mencatat bahwa ini adalah kerugian terbesar sejak tahun 2002. Investigasi yang dilakukan oleh Hindenburg Research berlangsung selama empat bulan dan berpuncak pada identifikasi tanda-tanda manipulasi pendapatan, penyimpangan akuntansi, serta tanda bahaya lainnya. Salah satu contoh yang mereka temukan adalah Temenos secara diam-diam membayar perangkat lunaknya, dan terlibat dalam skema roundtripping. Mereka juga menemukan dokumen yang menunjukkan pembicaraan dengan 25 mantan pekerja, termasuk mereka yang berasal dari manajemen puncak perusahaan. Mantan eksekutif Temenos mengungkapkan kepada Hindenburg Research bahwa perusahaan melakukan penyesuaian kontrak retroaktif, yang memungkinkan manipulasi alokasi profit ke periode sebelumnya.