Para analis berubah bullish pada saham-saham chip Tiongkok

Sementara banyak investor di Wall Street menghindari saham-saham Tiongkok karena takut kehilangan modal dan risiko yang tidak diinginkan, para analis merekomendasikan agar pelaku pasar melihat lebih dekat pada produsen chip lokal.

Menurut para pakar, mereka memiliki sejumlah keunggulan. Sudut pandang ini didukung oleh para analis di Barclays dan Sanford C. Bernstein. Ahli strategi mata uang di sana meyakini bahwa perusahaan chip seperti Naura Technology Group Co. dan Hygon Information Technology Co. bisa menjadi sepopuler perusahaan serupa di AS, yaitu Applied Materials Inc. dan Advanced Micro Devices Inc.

Para analis mengaitkan prospek cerah ini dengan peluang investasi yang ditawarkan industri semikonduktor Tiongkok kepada para pelaku pasar. “Karena semakin banyak sumber daya yang diinvestasikan dalam industri ini, beberapa perusahaan dalam negeri akan berkembang,” prediksi mereka.

Konfrontasi antara Tiongkok dan Amerika Serikat juga dapat berkontribusi pada perkembangan produksi chip di negara Asia ini. AS melakukan segala upaya untuk menyita kemampuan Tiongkok dalam memperoleh semikonduktor canggih Amerika dan teknologi terkait. Menurut para pakar, hal ini dapat menimbulkan efek sebaliknya, yaitu pasar chip domestik di Tiongkok akan berkembang pesat.

Meskipun demikian, investor tetap berhati-hati terhadap ekuitas Tiongkok. Ketidakpastian ini berasal dari kemerosotan pasar saham berkepanjangan yang telah menghilangkan nilai $6,5 triliun sejak Februari 2021 di tengah kekhawatiran besar atas lemahnya pertumbuhan ekonomi negara tersebut dan meningkatnya ketegangan geopolitik. Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya yang meningkatkan pembatasan ekspor chip kecerdasan buatan kelas atas semakin memperburuk keadaan. Bahkan, AS melarang penjualan peralatan manufaktur chip ke Tiongkok, termasuk ke perusahaan raksasa seperti Huawei Technologies Co. dan Semiconductor Manufacturing International Corp.

Namun, tanggapan pihak berwenang Tiongkok cukup damai dan bijaksana. Pemerintah mendukung pemasok chip dalam negeri dengan mengalokasikan lebih dari $100 miliar untuk mengurangi ketergantungan mereka pada negara-negara Barat.