Para analis menemukan "kuburan" crypto

Menurut laporan AlphaQuest, kini terdapat sangat banyak cryptocurrency yang tidak aktif di pasaran. Secara khusus, Cardano dan Terra memimpin daftar cryptocurrency yang tidak aktif tersebut. Para spesialis AlphaQuest menganalisis lebih dari 12.000 proyek blockchain sebelum sampai pada kesimpulan ini. Laporan tersebut menyebutkan bahwa pada akhir tahun 2023, sebesar 65% cryptocurrency yang diterbitkan telah menghilang dan sebesar 72% aset digital yang diluncurkan selama reli pasar bullish tahun 2020-2021 terbukti bangkrut. Selain itu, Cardano dan Terra menjadi pemimpin di antara cryptocurrency yang tidak aktif. Dengan 74% dari semua proyek yang diluncurkan, mereka menduduki peringkat teratas jaringan dengan proyek blockchain yang tidak aktif. Menurut para analis, tahun lalu merupakan tahun yang paling menantang bagi industri crypto. Selain itu, antara tahun 2020 dan 2023, sebesar 59,4% aset digital kehilangan viabilitasnya. Kematian massal mata uang digital di jaringan Terra dipicu oleh runtuhnya ekosistem akibat bangkrutnya Terraform Labs. Sementara itu, penghilangan cryptocurrency yang diterbitkan di blockchain Cardano dikaitkan dengan sedikitnya jumlah pengguna. Para analis memperkirakan bahwa usia rata-rata cryptocurrency adalah tiga tahun. Adapun untuk aset digital yang telah tidak aktif, mereka telah aktif selama 2,2 tahun. Sementara itu,11,7% dari cryptocurrency tersebut hanya bertahan selama tidak lebih dari enam bulan dan 21,8% hanya sempat merayakan ulang tahunnya sekali. Namun, 22,4% dari aset digital bertahan hingga mencapai usia empat tahun. AlphaQuest menyimpulkan bahwa hal ini menawarkan sedikit harapan bagi industri crypto.