Harga Minyak Turun Lebih dari 10%

Kontrak berjangka minyak mentah WTI anjlok lebih dari 10% ke kisaran $84 per barel pada hari Selasa, jatuh tajam dari hampir $120 pada sesi sebelumnya, setelah para pemimpin dunia menyatakan kesiapan mereka untuk turun tangan membatasi dampak perang di Iran terhadap pasar energi.

Direktur Eksekutif International Energy Agency, Fatih Birol, mengatakan bahwa sebuah “pertemuan luar biasa” telah diselenggarakan untuk meninjau kondisi pasar, sementara negara-negara G7 meminta lembaga tersebut menyiapkan skenario untuk kemungkinan pelepasan cadangan minyak darurat.

Presiden AS Donald Trump juga berupaya menenangkan pasar dengan menyatakan bahwa ia akan melonggarkan sejumlah sanksi terkait minyak dan mengerahkan Angkatan Laut AS untuk mengawal kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz. Ia menambahkan bahwa dirinya tetap terbuka untuk mengadakan pembicaraan dengan Iran.

Meski sudah terkoreksi tajam, harga minyak masih lebih dari 50% lebih tinggi secara kumulatif sejak awal tahun, mencerminkan kekhawatiran yang terus berlanjut bahwa pasokan dari Timur Tengah dapat mengalami gangguan serius. Beberapa produsen besar di kawasan tersebut sudah memangkas produksi jutaan barel per hari karena konflik menghambat ekspor dan membebani rantai logistik.