Perak Memperpanjang Reli saat Dolar Melemah

Harga perak melonjak hingga sekitar $115 per ons pada hari Rabu, mencapai rekor tertinggi baru saat investor beralih ke logam safe-haven di tengah penurunan tajam nilai dolar. Pernyataan yang dibuat oleh Presiden AS Donald Trump, yang menunjukkan ketidakpedulian terhadap depresiasi dolar baru-baru ini—kinerja terlemahnya dalam empat tahun—memperkuat keyakinan bahwa pemerintahan ini merasa nyaman dengan dolar yang lebih lemah untuk meningkatkan daya saing ekspor. Ketidakpastian kebijakan tambahan di Washington, termasuk ancaman tarif Trump terhadap negara lain dan kritiknya terhadap independensi Federal Reserve, semakin mendorong kenaikan logam mulia. Di China, sebuah dana perak khusus menghentikan perdagangan karena permintaan yang melonjak menyebabkan premiumnya naik secara signifikan di atas nilai aset dasarnya. Perak terus menarik minat yang besar dari investor ritel di China, dengan harga yang terus meningkat, mendorong produsen untuk mengalihkan produksi dari perhiasan ke batangan perak 1 kilogram.