Indeks Nikkei 225 melonjak sebesar 2,6% menjadi sekitar 54.000 poin, dan Indeks Topix yang lebih luas naik 2,1% mencapai 3.610 poin pada hari Selasa. Pemulihan ini mengembalikan kerugian dari hari sebelumnya karena penjualan logam mulia berkurang, meningkatkan kepercayaan investor. Selain itu, kenaikan saham Jepang mencerminkan keuntungan di Wall Street setelah peningkatan tak terduga dalam aktivitas manufaktur AS, yang menunjukkan lingkungan yang lebih menguntungkan untuk pertumbuhan ekonomi global dan keuntungan perusahaan. Saham Jepang mendapatkan dorongan tambahan dari melemahnya yen, yang meningkatkan prospek ekonomi Jepang yang berorientasi ekspor. Selama akhir pekan, Perdana Menteri Sanae Takaichi menekankan bahwa yen yang lebih lemah dapat memberikan keuntungan signifikan bagi eksportir dan membantu mengurangi paparan sektor otomotif terhadap tarif AS. Dalam sektor teknologi dan AI, perusahaan-perusahaan mengalami kenaikan yang mengesankan, dengan Kioxia naik 10%, Fujikura meningkat 6,8%, dan Advantest naik 3,9%. Perusahaan yang berfokus pada ekspor juga berkinerja baik, dengan Toyota Motor, Fast Retailing, dan Mitsubishi Heavy Industries masing-masing naik 1,7%, 1,7%, dan 1,3%.