Pada hari Jumat, Indeks Nikkei 225 turun sebesar 0,1%, ditutup pada 53.323, sehingga mengakhiri tren kenaikan selama tiga hari. Penurunan ini sebagian besar dipengaruhi oleh penurunan saham teknologi, yang didorong oleh kekhawatiran yang muncul kembali mengenai keberlanjutan jangka panjang dari investasi besar dalam kecerdasan buatan. Selain itu, indeks ini mengikuti penurunan pada futures AS, yang dipicu oleh spekulasi seputar kemungkinan pencalonan Kevin Warsh, mantan Gubernur Federal Reserve yang dikenal dengan pandangan hawkish-nya, sebagai ketua Federal Reserve berikutnya oleh Presiden Donald Trump.
Di dalam negeri, pasar ditandai dengan suasana hati-hati menjelang pemilihan cepat majelis rendah yang akan datang pada 8 Februari. Di sektor teknologi, perusahaan seperti Advantest, Lasertec, dan Keyence mengalami penurunan signifikan masing-masing sebesar 5%, 2,9%, dan 4%. Di sisi lain, Kioxia Holdings, sebuah perusahaan penyimpanan data, melihat sahamnya naik sebesar 11%, mencapai rekor tertinggi baru menjelang laporan pendapatan yang dijadwalkan pada 12 Februari. Meskipun mengalami kerugian mingguan, Nikkei 225 mengakhiri bulan dengan kenaikan hampir 6%.