Perusahaan Minyak Sawit di Awal Pekan

Futures minyak sawit Malaysia mengalami sedikit kenaikan pada hari Senin, stabil di sekitar MYR 4,190 per ton, setelah sempat turun ke MYR 4,147 pada sesi perdagangan sebelumnya. Pemulihan ini didorong oleh harga minyak nabati yang lebih kuat di pasar Dalian dan Chicago. Sentimen semakin membaik setelah laporan dari Intertek Testing Services menunjukkan kenaikan 9,97% dalam ekspor minyak sawit Malaysia untuk periode 1–25 Januari dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Antisipasi permintaan yang lebih besar menjelang Tahun Baru Imlek dan Ramadan pada bulan Februari memberikan dukungan tambahan untuk harga. Secara bersamaan, pengurangan pasokan diharapkan terjadi, dengan produksi Januari diproyeksikan menurun sebesar 15%–17% karena faktor musiman. Di Indonesia, sebagai pemasok utama, pejabat memperkirakan ekspor minyak sawit ke India bisa melampaui 5 juta ton pada tahun 2025, naik dari 4,8 juta pada tahun 2024, sebagai hasil dari pengurangan tarif India. Namun, kenaikan ini dibatasi oleh penguatan ringgit, potensi tarif baru AS terhadap Kanada, dan penarikan inisiatif biodiesel B50 oleh Indonesia. Dewan Minyak Sawit Malaysia memproyeksikan harga akan tetap dalam kisaran MYR 4,000–4,300 sepanjang bulan Februari.