Penjualan ritel Indonesia tumbuh 5,7% secara tahunan (year-on-year) pada Januari 2026, naik dari 3,5% pada Desember, yang menunjukkan kekuatan berkelanjutan dalam konsumsi rumah tangga. Pertumbuhan menguat secara signifikan di beberapa kategori, termasuk barang budaya dan rekreasi (15,9% vs 5,2% pada Desember) serta makanan, minuman, dan tembakau (8,1% vs 5,9%). Perdagangan juga pulih pada kategori barang lainnya (7,0% vs -1,2%) dan pakaian (3,4% vs -7,0%).
Sebaliknya, pertumbuhan melambat pada suku cadang dan aksesori kendaraan bermotor (7,4% vs 14,8%), dan kontraksi penjualan peralatan informasi dan komunikasi tetap dalam (-27,1% vs -30,0%). Penjualan bahan bakar otomotif terus menurun (-5,3% vs -7,1%), sementara peralatan rumah tangga lainnya kembali mencatat pertumbuhan tipis (0,4% vs -2,8%).
Secara bulanan (month-on-month), aktivitas ritel turun 2,7% pada Januari, penurunan pertama dalam empat bulan, setelah meningkat 3,1% pada Desember. Ke depan, penjualan ritel diperkirakan akan naik 6,9% secara tahunan, terutama didorong oleh suku cadang dan aksesori, dan meningkat 4,4% secara bulanan.