Saham di Selandia Baru Melemah Setelah Data Inflasi Pangan

Saham Selandia Baru nyaris tidak bergerak pada perdagangan Selasa pagi, dengan indeks acuan bertahan di sekitar 13.174 setelah tiga sesi penurunan berturut-turut. Investor mencermati data terbaru yang menunjukkan inflasi harga pangan meningkat untuk bulan kedua secara beruntun, naik menjadi 4,5% pada Februari dari 4,2% pada Januari. Perhatian juga beralih ke rilis PDB kuartal IV yang akan diumumkan akhir pekan ini serta rapat kebijakan Federal Reserve AS, di mana suku bunga diperkirakan akan tetap ditahan. Pelaku pasar akan mengamati secara saksama komentar Ketua Powell untuk mencari petunjuk mengenai bagaimana konflik di Timur Tengah dapat memengaruhi prospek ekonomi AS.

Di China, mitra dagang terbesar Selandia Baru, data aktivitas Januari–Februari melampaui ekspektasi, dengan produksi industri, penjualan ritel, dan investasi aset tetap semuanya tercatat lebih kuat dari perkiraan. Di NZX 50, kenaikan pada saham consumer durables dan jasa industri diimbangi oleh pelemahan di sektor keuangan dan komunikasi. Pencetak kenaikan yang menonjol antara lain Summerset Group (naik 1,1%), Genesis Energy (0,9%), dan Auckland International Airport (0,7%), sementara Scott Technology (-1,3%), Delegat Group (-1,2%), dan South Port New Zealand (-0,9%) berada di bawah kinerja pasar.