Saham-saham AS memperpanjang pelemahannya pada hari Rabu setelah FOMC mempertahankan suku bunga acuan dan menyoroti risiko inflasi ke atas yang masih persisten. Indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing turun mendekati 1%, sementara Dow melemah sekitar 600 poin. Sejumlah besar pejabat FOMC memperkirakan tidak akan ada pemangkasan suku bunga tahun ini, dengan alasan kekhawatiran terkait tarif serta potensi kenaikan harga energi yang dapat diteruskan ke inflasi konsumen. Sikap tersebut secara umum sejalan dengan pasar futures suku bunga, yang sebelumnya sudah mencerminkan keraguan bahwa The Fed memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan.
Nada hawkish ini diperkuat oleh laporan PPI yang keluar lebih kuat dari perkiraan pada awal hari. Namun, indikasi pelemahan di pasar tenaga kerja membantu sedikit meredakan kekhawatiran inflasi, mencerminkan trade-off dalam dual mandate The Fed.
Ketegangan geopolitik turut menambah tekanan pasar, karena serangan terhadap infrastruktur energi Iran mendorong kenaikan lanjutan harga energi utama, mengangkat imbal hasil dan menekan saham di berbagai sektor. Di sektor jasa kredit, Visa dan Mastercard masing-masing turun sekitar 3%. Saham defensif juga tertekan, dengan B&G Foods dan Walmart sama-sama melemah lebih dari 2%. Sebaliknya, Micron menguat sekitar 1,5% menjelang rilis laporan keuangannya.