Kontrak Berjangka Gula Turun dari Puncak 5 Bulan

Kontrak berjangka gula AS bergerak di kisaran 15,5 sen per pon, sedikit melemah dari level tertinggi lima bulan di 15,7 sen yang tercapai pada 20 Maret, seiring pergerakannya mengikuti perubahan harga minyak internasional dan perkembangan risiko geopolitik. Keputusan Presiden Trump untuk menunda kemungkinan serangan terhadap fasilitas listrik Iran selama lima hari meningkatkan harapan meredanya ketegangan di Timur Tengah, yang memicu penurunan tajam harga minyak. Harga energi yang lebih rendah dapat mendorong produsen tebu utama seperti Brazil dan India untuk mengalihkan lebih banyak produksi ke gula daripada etanol.

Tekanan turun tambahan datang dari peningkatan ekspor India setelah jeda singkat. Pabrik gula di India telah menandatangani kontrak untuk mengirim 100.000 ton metrik gula hanya dalam satu minggu, didukung oleh pelemahan rupee dan harga global yang lebih tinggi sehingga penjualan ke luar negeri menjadi lebih menarik. Menurut pejabat industri, ekspor dari India, produsen gula terbesar kedua di dunia, akan memungkinkan pembeli di Asia dan Afrika mengamankan pasokan dengan harga yang relatif lebih rendah.