Rupiah menguat menembus level di bawah Rp16.900 per dolar AS pada hari Rabu, pulih dari penurunan singkat ke Rp16.930 pada sesi sebelumnya, seiring pelemahan indeks dolar di tengah laporan bahwa Amerika Serikat berupaya mengadakan pembicaraan dengan Iran untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah. Sentimen pasar juga membaik ketika perdagangan domestik kembali dibuka setelah libur Idulfitri selama sepekan, didukung oleh pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk melampaui batas defisit anggaran Indonesia sebesar 3%, dengan setiap penyimpangan hanya akan dipertimbangkan jika terjadi krisis besar.
Kendati demikian, kenaikan harga energi memicu kekhawatiran akan potensi guncangan inflasi, mengingat tingginya ketergantungan Indonesia pada minyak dari Timur Tengah. Dalam konteks ini, Bank Indonesia akan menerapkan langkah-langkah baru mulai 1 April untuk menekan spekulasi terhadap rupiah: pembelian valuta asing di atas USD 50.000 mewajibkan dokumen pendukung, dan batas penjualan domestic non-deliverable forward (NDF) akan digandakan menjadi USD 10 juta. Bank sentral mempertahankan suku bunga acuannya di level 4,75% pada pekan lalu, menegaskan fokusnya pada stabilitas nilai tukar dan stabilitas keuangan.