Futures Kapas Menguat

Kontrak berjangka kapas naik menembus 71 sen per pon, mencapai level tertinggi sejak Oktober 2024, terutama didorong oleh penguatan harga minyak di tengah kekhawatiran baru atas perang berkepanjangan yang melibatkan Iran. Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Presiden AS Trump tidak banyak memberikan rincian mengenai penyelesaian konflik tersebut dan justru berjanji akan melakukan aksi militer lanjutan terhadap Iran, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan gangguan berkepanjangan terhadap pasokan minyak global. Harga minyak mentah yang lebih tinggi membuat poliester—pengganti sintetis utama bagi kapas—menjadi lebih mahal, sehingga mendukung peningkatan permintaan kapas.

Sementara itu, International Cotton Advisory Committee (ICAC) memperkirakan bahwa produksi kapas global akan turun 4% menjadi 24,9 juta ton pada 2026–27, sementara konsumsi diperkirakan akan tetap relatif stabil di sekitar 25 juta ton. Penurunan produksi yang diperkirakan tersebut terkait dengan harga yang lebih rendah, pelemahan permintaan, dan pengurangan area tanam oleh produsen utama seperti Brasil dan Australia, serta peralihan lahan oleh petani AS ke komoditas yang lebih menguntungkan seperti jagung dan kedelai.