Kontrak berjangka minyak mentah WTI diperdagangkan sedikit di bawah $112 per barel pada hari Jumat, bergerak di dekat level tertingginya dalam hampir empat tahun, karena pasar memasukkan risiko geopolitik yang meningkat di Timur Tengah menjelang libur panjang akhir pekan. Dalam pidato nasional pada Rabu malam, Presiden AS Donald Trump mengatakan tujuan militer AS akan tercapai “dalam waktu sangat singkat,” namun juga memperingatkan bahwa Iran akan mendapat serangan “sangat keras” dalam beberapa minggu mendatang, sehingga memperpanjang ketidakpastian. Ketiadaan jadwal yang jelas telah menekan ekspektasi akan penyelesaian cepat konflik dan pembukaan kembali Selat Hormuz, titik cekik penting bagi arus minyak global. Secara terpisah, UK mengadakan pertemuan virtual dengan perwakilan dari 35 negara untuk membahas opsi pemulihan keamanan jalur pelayaran di selat tersebut. Di Rusia, serangan terbaru terhadap infrastruktur pelabuhan, jaringan pipa, dan kilang telah memangkas kapasitas ekspor sekitar 1 juta barel per hari, atau sekitar seperlima dari total kapasitas. Sementara itu, OPEC+ dijadwalkan meninjau potensi peningkatan produksi pada hari Minggu, meskipun kenaikan signifikan dipandang kecil kemungkinannya sampai selat tersebut kembali sepenuhnya dibuka.