Indeks dolar naik tipis melewati level 100 pada hari Jumat setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. Nonfarm payrolls naik 178.000 pada bulan Maret, kenaikan terkuat sejak akhir 2024, sementara tingkat pengangguran secara tak terduga turun menjadi 4,3%, sebagian karena penurunan partisipasi angkatan kerja. Data tersebut mengindikasikan pasar tenaga kerja yang mulai stabil bahkan ketika konflik Iran mulai berkembang.
Risiko geopolitik tetap menjadi perhatian utama ketika Presiden Donald Trump memperkeras retorikanya terhadap Iran dengan mengancam akan menyerang infrastruktur kunci, di tengah laporan mengenai serangan lanjutan di seluruh kawasan Teluk. Kenaikan harga energi semakin memperkuat kekhawatiran inflasi dan membuat sentimen investor tetap berhati-hati. Aktivitas perdagangan diperkirakan tetap terbatas karena libur Good Friday, dengan pasar saham AS ditutup dan pasar obligasi beroperasi dalam jadwal yang diperpendek.