Imbal Hasil Obligasi India 10 Tahun Lanjut Menguat

Imbal hasil obligasi pemerintah India tenor 10 tahun (G-Sec) naik menjadi sekitar 6,95%, melanjutkan kenaikan pada pekan sebelumnya seiring harga minyak mentah yang lebih tinggi memicu aksi jual secara luas di pasar surat utang. Kenaikan imbal hasil ini mengikuti pergerakan harga Brent crude yang bertahan di level tinggi, mendekati $105 per barel.

Sentimen investor juga melemah karena turunnya daya tarik relatif surat utang India bagi investor asing. Biaya lindung nilai valuta asing yang tinggi telah menekan tingkat pengembalian, sehingga sekuritas India menjadi kurang menarik dibandingkan dengan pasar lain.

Pada saat yang sama, laporan terbaru mengindikasikan potensi pergeseran dalam lanskap geopolitik. Iran mengusulkan rencana bertahap yang memprioritaskan gencatan senjata sambil menunda negosiasi nuklir. Proposal tersebut kabarnya telah disampaikan kepada Washington melalui perantara, meskipun respons dari AS masih belum jelas.

Ke depan, pelaku pasar memperkirakan imbal hasil acuan G-Sec 10 tahun akan tetap berada di kisaran 6,85%–7,02% dalam jangka pendek, mencerminkan ketidakpastian yang terus berlangsung akibat sentimen risiko global dan arus modal lintas negara.