Kontrak berjangka kedelai terkoreksi ke sekitar $11,70 per gantang setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam hampir tiga tahun pada awal Maret, menyusul penurunan harga minyak mentah yang dipicu oleh pernyataan Presiden Trump bahwa konflik di Timur Tengah mungkin sedang mendekati penyelesaian. Harga kedelai sebelumnya menguat pada hari Senin karena biaya energi yang lebih tinggi cenderung berdampak pada pasar pertanian, mengingat komoditas seperti kedelai dan jagung merupakan bahan baku utama untuk produksi biofuel dan kerap menarik peningkatan investasi dari dana komoditas.
Dari sisi fundamental, stok akhir kedelai AS diproyeksikan turun sebesar 6 juta gantang menjadi 344 juta, menurut laporan WASDE terbaru. Di Brasil, produksi kedelai kini diperkirakan mencapai 179,06 juta ton, sekitar 1 juta ton lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. Data inspeksi ekspor menunjukkan 879.190 ton kedelai AS dikirim pada pekan yang berakhir 5 Maret, turun 24% dibandingkan pekan sebelumnya. Dari total tersebut, China menerima 411.462 ton, Mesir 161.746 ton, dan Indonesia 118.747 ton.